Kisah isteri shalehah seorang teman
Seorang teman kuliah ketika baru akad nikah dan mengadakan walimah pernah ditanya oleh isterinya: "apakah jika kita meninggal, yang hadir dan datang akan sebanyak ini"?
Ah ... Sebuah pertanyaan yg menohok dan sangat mendalam yg ditanyakan seorang isteri di saat puncak kebahagiaan di awal pernikahan. Pertanyaan dari seorang isteri shalehah di awal bahtera kehidupan. Seorang isteri yg punya visi yg jauh memandang ke depan. Seorang isteri yg lebih mementingkan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia. Karena yakin akhirat lebih penting dan lebih utama dari dunia. Seorang isteri yg punya ilmu tentang hari akhir. Seorang isteri yg mendalami dan menghayati penghujung surah Al A'la.
Yang dia tanyakan bukanlah tentang berapa banyak anak yang akan kita punya. Sebesar dan seindah apa rumah yg akan kita bangun dan kita bina. Mobil mewah seperti apa yg akan kita beli dan kita miliki. Destinasi wisata mana saja yg akan kita tuju dan kunjungi. Investasi apa yg akan kita rencanakan untuk hari tua nanti. Ternyata dia lebih memilih untuk merencanakan bekal di akhirat kelak. Lebih mementingkan investasi untuk bekal setelah meninggalkan dunia yg pasti akan rusak.
Dan takdir Allah kemaren sore 10 Desember 2018 saya mendengar kabar duka bahwa isteri teman saya tersebut telah mendahului suaminya untuk menjawab panggilan Allah untuk menemuinya di syurga insyaAllah. Meninggal di kota suci Mekkah. Dan insyaAllah pertanyaannya di awal pernikahan akan terjawab dan menjadi kenyataan, karena insyaAllah pada hari ini akan dishalatkan di masjidil haram dan dimakamkan di Ma'la. Semoga Allah mengampuni dosanya dan mendapatkan tempat yg layak di syurga. Dan semoga suami dan anak-anak yg ditinggalkan diberikan ketabahan dan pengganti yang lebih baik.
Ah ... Sebuah pertanyaan yg menohok dan sangat mendalam yg ditanyakan seorang isteri di saat puncak kebahagiaan di awal pernikahan. Pertanyaan dari seorang isteri shalehah di awal bahtera kehidupan. Seorang isteri yg punya visi yg jauh memandang ke depan. Seorang isteri yg lebih mementingkan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia. Karena yakin akhirat lebih penting dan lebih utama dari dunia. Seorang isteri yg punya ilmu tentang hari akhir. Seorang isteri yg mendalami dan menghayati penghujung surah Al A'la.
Yang dia tanyakan bukanlah tentang berapa banyak anak yang akan kita punya. Sebesar dan seindah apa rumah yg akan kita bangun dan kita bina. Mobil mewah seperti apa yg akan kita beli dan kita miliki. Destinasi wisata mana saja yg akan kita tuju dan kunjungi. Investasi apa yg akan kita rencanakan untuk hari tua nanti. Ternyata dia lebih memilih untuk merencanakan bekal di akhirat kelak. Lebih mementingkan investasi untuk bekal setelah meninggalkan dunia yg pasti akan rusak.
Dan takdir Allah kemaren sore 10 Desember 2018 saya mendengar kabar duka bahwa isteri teman saya tersebut telah mendahului suaminya untuk menjawab panggilan Allah untuk menemuinya di syurga insyaAllah. Meninggal di kota suci Mekkah. Dan insyaAllah pertanyaannya di awal pernikahan akan terjawab dan menjadi kenyataan, karena insyaAllah pada hari ini akan dishalatkan di masjidil haram dan dimakamkan di Ma'la. Semoga Allah mengampuni dosanya dan mendapatkan tempat yg layak di syurga. Dan semoga suami dan anak-anak yg ditinggalkan diberikan ketabahan dan pengganti yang lebih baik.
Komentar
Posting Komentar