Bayar Mahar Dicicil

Bayar mahar dicicil?

Kenapa tidak?

Bahkan orang selevel Nabi Musa saja bayar mahar dengan mencicil. mencicilnyapun tidaklah sebentar. cicilannya sepuluh tahun bro. dan maharnya bukan berbentuk uang. tapi dalam bentuk kerja, yaitu mengembala kambing mertua beliau.

Karena indahnya cerita pernikahan Nabi Musa yang mencicil mahar nikah ini sampai Allah abadikan dalam al Qur'an dalam surah al Qashash berikut ini:

{قَالَ إِنِّي أُرِيدُ أَنْ أُنْكِحَكَ إِحْدَى ابْنَتَيَّ هَاتَيْنِ عَلَى أَنْ تَأْجُرَنِي ثَمَانِيَ حِجَجٍ فَإِنْ أَتْمَمْتَ عَشْرًا فَمِنْ عِنْدِكَ وَمَا أُرِيدُ أَنْ أَشُقَّ عَلَيْكَ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّالِحِينَ (27) قَالَ ذَلِكَ بَيْنِي وَبَيْنَكَ أَيَّمَا الْأَجَلَيْنِ قَضَيْتُ فَلَا عُدْوَانَ عَلَيَّ وَاللَّهُ عَلَى مَا نَقُولُ وَكِيلٌ (28) } [القصص: 27، 28]

Dikatakan bahwa isteri Nabi Musa ini adalah wanita yang paling tajam firasatnya ketika memilih suami dengan perkataannya:

{قَالَتْ إِحْدَاهُمَا يَاأَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ } [القصص: 26]

Hanya dalam hitungan jam pertemuan saja si isteri Nabi Musa yang saat itu baru bertemu di sebuah sumur untuk mengambil air bisa menilai bahwa Nabi Musa adalah orang yang kuat dan amanah "al qawiyyul amien". Kriteria laki-laki seperti inilah yang membuat isteri Nabi Musa jatuh hati kepada beliau.

Dan si Ayah mertua Nabi Musa juga adalah orang yang begitu percaya dengan perkataan puterinya dan tertarik untuk mengawinkan si anak dengan Nabi Musa. di sinilah pentingnya sebuah hubungan kepercayaan antara ayah dan anaknya.

Ketika sang ayah merasa menemukan calon menantu yang pas buat sang anak dan si anakpun juga menyukainya, si Ayahpun langsung menawarkan sang anak kepada Nabi Musa. jadi bukan Nabi Musa yang melamar tapi beliau dilamar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertimbangan-Pertimbangan Ketika Memilih Rumah

PILIH WANITA YANG CANTIK ATAU BAGAIMANA